Pengamat : Revitalisasi Royal Kota Serang Belum Berdampak Ekonomi
BANTEN – Revitalisasi kawasan Royal Baroe di Kota Serang dinilai belum memberikan dampak optimal bagi masyarakat, khususnya dari sisi ekonomi. Meski perubahan fisik kawasan terlihat signifikan, efek domino terhadap pergerakan ekonomi publik dinilai belum terasa.
Hal itu disampaikan oleh oleh Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Dosen Magister Administrasi Publik Universitas Esa Unggul, Harits Hijrah Wicaksana. Menurutnya revitalisasi Royal Baroe bertujuan baik karena menata kawasan agar tidak kumuh. Namun, ia menilai konsep pengembangannya belum mampu menciptakan ruang publik yang hidup.
Harits memberikan contoh kawasan ikonik seperti Braga atau Paris Van Java di Bandung yang berkembang karena ditopang aktivitas UMKM, restoran, dan kafe. Sementara di Royal Baroe, tidak ditopang oleh kawasan khusus UMKM.
“Bangunan yang ada kebanyakan toko konvensional seperti baju dan kue, tidak ada titik kumpul orang,” jelasnya melalui pesan singkat, Senin (05/01/2025).
Baca juga Kawasan Royal Baroe Kota Serang Belum Jadi Destinasi Belanja
Akibatnya, kata Harits, kawasan tersebut dinilai belum mampu mendorong perputaran ekonomi secara nyata.
“Ketika saya lewat Royal Baroe, yang terlihat baru perubahan tatanannya saja. Efek domino ekonominya belum terlihat, mungkin karena masih baru,” tambahnya.
Harits menyarankan agar Royal Baroe dikembangkan sebagai distrik street atau kawasan urban yang menjadi pusat aktivitas publik.
“Kalau ingin optimal, Royal Baroe harus dijadikan distrik street. Ada wisata kuliner, kafe, musik akustik, sehingga orang tidak hanya lewat, tapi berkumpul,” katanya.
Harits juga mengusulkan penataan aktivitas seni seperti pelukis, fotografer, hingga pengamen yang dikurasi dan bekerja sama dengan komunitas seni dan kebudayaan lokal.
“Misalnya malam Minggu ada pertunjukan debus. Didukung kuliner, cake, coffee shop, sehingga wisatawan tidak hanya foto-foto lalu pulang,” jelasnya.
Harits juga mengkritisi banyaknya simbolisasi ‘Berbudi’ yang tidak relevan di kawasan Royal Baroe yang identik dengan nama Walikota Serang Budi Rustandi. (ukt)





