Ternyata 400 Ribu Peserta BPJS PBI di Banten Dinonaktifkan
BANTEN – Tak hanya di Kota Serang, ternyata ada sebanyak 400 ribuan warga yang kepesertaan mereka di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan Kementerian Sosial.
Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kebijakan pemutakhiran data itu tujuannya agar penerima BPJS PBI tepat sasaran. Sebab beberapa peserta sudah tidak tergolong desil 1-5 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Totalnya ada 480.757 peserta
Ati mengungkapkan, pemutakhiran data itu membuat peserta yang tergolong desil 1-5 dialihkan dari yang tadinya dibiayai Pemda kota atau kabupaten menjadi PBI-JK yang dibiayai pemerintah pusat.
“Sebenarnya adanya pembaruan bukan pengurangan yang tadinya dia kategori 5 tapi kondisinya saat ini keluar (desil) 5 dikeluarkan tapi digantikan kembali oleh yang desilnya 1-5 begitu,” kata Ati, Rabu (11/02/2026).
Baca juga Angka Kemiskinan Banten Turun, Tapi Jurang Kemiskinan Kian Dalam
Ati menuturkan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada seluruh fasilitas kesehatan di Banten agar para pasien penerima BPJS-PBI yang memiliki penyakit kronis untuk tetap diberikan pelayanan dan tidak terjadi penolakan.
Menurutnya, pelayanan harus tetap diberikan selagi para pasien itu mengurus kepesertaannya yang dinonaktifkan. Pengurusan itu katanya bisa diwakili oleh keluarga pasien di Dinas Sosial kabupaten atau kota.
“Jadi kalau memang dia (pasien) sangat membutuhkan, apalagi untuk penyakit katastropis (kondisi medis kronis berat) tetap dilayani sambil keluarganya mengurus. Tapi, pasien harus dilayani ,” jelasnya.
Ati juga mengatakan, untuk warga miskin yang masuk di luar desil 1-5 dan membutuhkan rawat inap di rumah sakit yang berada di naungan Pemprov Banten, meskipun BPJS-nya tidak aktif akan tetap diberi bantuan.
“Kalau dia memang orang tidak mampu akan tetap kami (Pemprov) Banten biayai BPJS-nya yang penting dia ada surat tidak mampu dan dia butuh rawat inap kalau datang ke rumah sakit yang di bawah naungan Pemprov Banten kita akan memberikan pembiayaannya,” ujarnya.
Selain penonaktifan, Ati juga mengatakan Kemensos menambah kepesertaan BPJS PBI JK sebanyak 424.960 ribu.
“Berasal dari pengalihan kepesertaan PBPU Pemda yg desil 1-5 ke kepesertaan PBI-JK,” imbuhnya.
Berdasarkan data yang diterima, rincian jumlah peserta nonaktif dan yang dialihkan tersebar di delapan daerah. Kabupaten Lebak mencatat 179.588 peserta nonaktif, dengan 92.320 peserta dialihkan. Di Kabupaten Pandeglang, terdapat 43.284 peserta nonaktif dan 23.944 peserta dialihkan. Kabupaten Serang mencatat 49.069 peserta nonaktif dan 31.862 peserta dialihkan.
Sementara itu, Kota Cilegon mencatat 8.603 peserta nonaktif dan 5.710 peserta dialihkan. Di Kota Serang, jumlah peserta nonaktif mencapai 11.240 orang, sedangkan peserta yang dialihkan tercatat sebanyak 82.486 orang. Kabupaten Tangerang mencatat 95.604 peserta nonaktif dan 92.225 peserta dialihkan.
Adapun Kota Tangerang memiliki 72.893 peserta nonaktif dan 74.367 peserta dialihkan. Di Kota Tangerang Selatan, tercatat 20.476 peserta nonaktif dan 22.046 peserta dialihkan. (ukt)




