Nenek Sebatang Kara di Sindangsari Kabupaten Serang Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk
BANTEN – Seorang nenek bernama Jamsinah tinggal sebatang kara di sebuah rumah yang nyaris ambruk di Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi rumah nenek Jamsinah sangatlah memprihatinkan dengan kondisi atap yang sudah nyaris ambruk. Lantai rumahnya juga kerap digenangi air lantaran atapnya yang sudah bolong dan rapuh. Tak hanya itu, beberapa bagian tembok rumah juga roboh.
Kondisi rumah nenek Jamsinah viral setelah diposting di media sosial oleh akun media sosial milik Anggota Polisi Polda Banten, Kompol Jajang Mulyawan.
Salah seorang warga sekitar, Iwan Bustomi mengatakan, kondisi rumah nenek Jamsinah sudah memprihatinkan sejak lama. Namun, ia tidak mengingat persis sejak kapan rumah nenek Jamsinah sudah tidak layak.
Baca juga Belasan Ribu Rumah Tak Layak Huni Ditinggali Warga Kota Serang
Sehari-harinya, kata Jajang, nenek Jamsinah yang tinggal sebatang kara kerap memungut Tangkil di dekat rumahnya. Sesekali, ia juga membantu nenek Jamsinah dengan memberikan beras maupun uang untuk membeli bahan makanan.
“Saya tiap lewat (rumah nenek Jamsinah) mampir dikasih seadanya. Kadang nenek Jamsinah ke rumah saya lewat minta beras, saya kasih,” ungkapnya saat ditemui banteninside, Jumat (16/01/2026).
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kompol Jajang Mulyawan mengatakan, ia sudah empat bulan memberikan bantuan kepada nenek Jamsinah. Bantuan yang diberikan berupa uang, bahan pokok, dan juga makanan yang diantar oleh rumah makan terdekat dari lokasi.
“Itu yang saya rutin, setiap bulan saya kunjungi,” ujar Jajang melalui sambungan telepon.
Melihat kondisi rumah yang memprihatinkan, Jajang bersama Iwan berencana melakukan renovasi terhadap rumah tersebut pada Rabu (14/01/2026). Namun mendapat respon kurang mengenakan dari RT dan kepala desa setempat.
Karena adanya respon seperti itu, Jajang akhirnya menunda proses renovasi rumah nenek Jamsinah. Apabila hingga 18 Januari 2026 belum direnovasi oleh pemerintah daerah, ia berencana akan melakukan renovasi menggunakan uang pribadinya pada 19 Januari.
“Saya tidak mencari keuntungan. Saya tidak ada ingin apa-apa, apalagi pencitraan. Nggak ada, ini saya murni berangkat panggilan hati karena Allah,” ungkapnya.
Jajang mengungkapkan, karena videonya viral di media sosial, akhirnya hari ini nenek Jamsinah dibawa oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Serang untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. (ukt)






